Cinta & Perjuangkan!

π˜Ύπ™žπ™£π™©π™– & π™‹π™šπ™§π™Ÿπ™ͺπ™–π™£π™œπ™–π™£!!

Sa kagum cintamu yang tak pernah berhenti mengalir seperti sungai maro, Ko ajarkan kami tentang cinta tanah air. Jejak gerilya membelah hal benar adalah keringat dan darah yang terus mencurur di tubuhmu. Bukan sebatas mencintai karena motivasi hawa nafsu untuk melegalkan ketidakadilan, segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia dan diskriminasi-rasial dan stigmatisasi. Kau ajarkan tentang cinta, cinta yang mesti diperjuangkan untuk keselamatan manusia.

Aura yang terus memancar di setiap langkah kakimu adalah Everyday Power, atas akar dan mimpi tentang kebenaran, harus berbicara untuk pembebasan pikiran dan pembebasan masyarakat. Sa tahu, situasi objektif sedang memakan raga ini, sel-sendi hingga daya pikir, tergoncang bagai di tiup angin badai. 

Surat cintamu, kabar buruk bagi penguasa tapi bagi kami wasiat terakhir yang justru menjadi barometer untuk terus berupaya walau susah payah mendekam. Kesan cintamu, kami tidak hanya mencium aromanya tetapi sedang menyantap sajiannya. Tegas harapan tanpa kelas, jika kita ingin bangkit dari penindasan, kemiskinan kita maka kita harus menghancurkan sistem kapitalisme. 

Kau bukan hanya cantik, manis secara fisik, tapi kau adalah teladan cahaya, pionir cemerlang revolusi tentang pentingnya perjuangkan pembebasan dari pikiran diskriminasi, rasial oleh masyarakat kapitalis hingga bebas dari cengkeraman rantai raksasa yang namanya kapitalisme. 

Suara kaum tak bersuara yang lantang kau menyuarakan, dengan merdunya mengudara hingga bergema di tanah Papua. Suara kenabian di jalan sunyi kau pungkas tak akan di pangkas dan tak akan lenyap di kekang oleh musuh rakyat. Kau akan terus hidup dan tetap cantik selama diskriminasi rasial, stigma buruk sosial, ketidakadilan terus subur di tubuh penguasa maka selama itu pula api akan berkobar, panji-panji perlawanan akan terus berkibar di jalanan. 

Kau membujuk jiwaku dengan cahaya pelita, kita tidak akan pernah bisa mendapatkan keadilan tanpa adanya perlawanan. Dan sa yakin, kemerdekaan tidak diberikan begitu saja oleh pihak penindas, karena itu sang tertindaslah yang harus memperjuangkannya, bisikan Marten King membakar tubuh ini seperti tulang lilin membakar tubuhnya.

(ʏᴛ)
Κ€α΄€α΄‘α΄€Κ€α΄‡α΄˜, 17 ᴏᴄᴛ 25

Anggela Davis

Komentar

Postingan Populer