BERKIBARLAH
BERKIBARLAH
Dan akan ku kibarkan setinggi-tingginya langit, dibawah naungannya aku akan hidup dan mati. Meski para pengecut gentar dan pengkhianat mencibir, kita akan terus berkibar disini.
Nyanyian himne akan menggiring ku pergi, setiap jejak kaki adalah sejarah yang akan di kenang, tak akan terkekang oleh ruang dan waktu. Hidup Masyarakat Adat, hancurkan kapitalisme; tegap gagas yang akan kami melantunkan teriring ayat-ayat menolak lupa.
Kau kan terus melambai di setiap desiran dan angin sepoi, kau adalah cahaya ketika semua yang ada di depan tampak segelap malam, kau adalah saksi semua badai bedil Penjajahan diatas Tanah Air, Hijau abadi menyimpan rahasia sang pendusta, saksi bisu semua kebusukan. Merah darah akan terus mengalir dan kau menuntunku bergerak bergerilya. Pesonamu abadi seabadi rimba di alam sunyi.
Dan akan ku kibarkan setinggi-tingginya langit, dibawah naungannya aku akan hidup dan mati. Meski para pengecut gentar dan pengkhianat mencibir, kita akan terus berkibar disini.
Pengarah terbaik tentang cita-cita bangsa, membawaku kembali pada masa tolak mundur, intisari pengingat tentang pentingnya mimpi-mimpi kedamaian. Murni cernih bagai sepercik air yang mengalir, panji cerah permatasari akan tetap merona di hati ini.
Dan akan ku kibarkan setinggi-tingginya langit, dibawah naungannya aku akan hidup dan mati. Meski para pengecut gentar dan pengkhianat mencibir, kita akan terus berkibar disini. Tak ada yang mustahil, tak ada yang tak mungkin; sebab, ini Tanah Air Kami. Hidup Masyarakat Adat, Tanah Air Milik Kita. A Lutta Continue Sampai Venceromos!!
(yt)
Rawarep, 14 Oktober 2025

Komentar