Hari Ini atau Besok, Waktu yang Misteri!!
![]() |
| Doc Pribadi |
Hari Ini atau Besok, Waktu yang Misteri!!
Pikiran ini akan membawaku dan menahkodai dalam setiap langkah kakiku, entah dengan siapa aku bercanda tawa, dimana makan & minum. Apapun yang terjadi, terjadilah sebab ini tugas dan tanggung jawab moral.
Sedih melihat seorang bapa berjuang keras untuk keselamatan tanah milik marganya. Air mata jatuh melihat seorang mama berjuang sendirian tanpa topangan suara lantang dari seorang anak. Sakit, hati ini sakit melihat ketidakadilan yang di lakukan oleh penguasa berkedok program nasional.
Bila segala bentuk ketidakadilan, perampasan tanah, pencemaran lingkungan, limbah industri menjamur di tanaman, minuman, frora dan fauna di gusur rata dan diusir habis, Habitat sumber segala kekuatan alam semesta di rusak musnah, maka apa gunanya saya hidup!! Apa gunanya saya kuliah, apa gunanya saya sibuk atas nama status Quo? Muak dengan segala bentuk ketidakadilan, Benci dengan segala bentuk penjajahan terhadap kaum dan bangsa kami.
Seharusnya, sudah mesti saya nimbrung dalam dunia pergerakan pembebasan tanah dan manusia papua sejak 2019 ketika mulai masuk kuliah, tapi kesadaran politik tentang pembebasan tanah dan manusia tak ada gizi dan nutrisi di otak. Saya baru sadar dan mulai memahami betul realitas penindasan sejak 2023. Gerah dan marah melihat seorang warga sipil di tembak oleh aparat keamanan negara. Mual dengan kebijakan, aturan, hukum dan undang-undang yang melegitimasi untuk merampas, menjajah dan menindas rakyat jelata di bumi West Papua.
Menjadi manusia harus berguna bagi sesama manusia, bukan untuk memeras keringat, bukan untuk merampas harta karunnya, itulah sebabnya gunanya menjadi manusia yang korban system serakah republik ini adalah 'berjuang untuk membebaskan bangsanya atas Tanah dan Manusianya bukan untuk dirinya, bukan untuk kepentingan sanak familinya, bukan untuk tuan Penindasnya tetapi untuk merebut kembali kedaulatan rakyat tertindas, berjuang merebut kembali kemenangan dan kemerdekaan sejati yang telah merampas oleh kolonial dan Imperialisme asing. Tak ada gunanya, jika dalam situasi penindasan, Penjajahan dan ketidakadilan yang masif terstruktur bila kita hanya berdiam linang dengan air mata, menunduk dan berdoa berharap Tuhan menjawab syair-syair cinta dan cita-cita yang telah lama berlumur darah.
Menunda dan menanti untuk bergerak dan bergerilya adalah memperpanjang dan memperparah situasi dan kondisi yang bobrok serakah. Mati hari ini sama dengan besok, hanya waktu yang misteri. Iya, Papua merdeka itu pasti hanya waktu yang masih misteri.
(YT)
Almasuh, 28 Sep 2025


Komentar