BAYANG-BAYANG SANG REMBULAN

 BAYANG-BAYANG SANG REMBULAN



Rabu sebelas juni super moon mengetok pintu hati yang sedang lelah.

Hari-hariku berlayar dalam bayang semu, tak ada sekat maupun celah, semua tertutupi badai kabut, untuk menerobos apalah dayaku, entahlah. 


Tak ada cinta bagai pelabuhan bagi jiwa yang terombang-ambing oleh penyisiran guruh-gemuruh ombak untuk berlabuh dan bersandar. 

Tak ada pantai kebahagiaan, semua sirna terbawa kelamnya senja. Hanya satu, kasih Ibu sepanjang masa, doa terdalam menuntun dalam kegelapan setiap jejak langkah kaki dalam jalan hidup di dunia yang fana. 


Rabu sebelas juni, sang rembulan kembali menyalahkan pelita yang hampir termakan oleh waktu. Di bawah purnama, lirih penuh syahdu tentang rindu, kesunyian berbicara, membisikkan mantra-mantra cinta dengan suara yang lembut dan suci. 


Angin hangat yang membelai tubuh, memberi kesegaran yang tak terhingga, seperti angin itulah selalu menghampiri dan aku merasakan. Dikau yang terpatri dalam lubuk hati, dengan sepenuh hati, tak pasti dan tak diharapkan sepenuhnya akibat roda zaman namun sepatah kataku, sudikah bergenggam erat tanganku untuk bercengkrama hingga menua bersama? 


Entahlah, kau hanya kekasih bayangan!!


(YT)

RB, 11 Juni 2025

Komentar

Postingan Populer