Kita Ada, Kita Satu
Larutku dalam kabut euforia ditengah dansa bisingan metropolitan.
Sebenarnya, tak ada yang perlu di sesali.
Rasa memiliki adalah cinta seutuhnya walau kadang datang dan pergi bagai pasang surutnya air.
Cinta kita satu
Mengurai kisah cinta terlahir disini
Dikala lembah ini sunyi
Sesunyi hari ini di hati yang penuh polusi.
Cerita kita hanya satu
Satu pada negeri
Negeri dimana fajar pagi menyingsing
Kita duduk atau berdiri
Berjalan atau berlari
Sekalipun mati ataupun nafas berhenti.
Kita tetap ada dan akan ada
Tanah air milik kita
Retorika politis hanya bualan belaka
Mari mencintai dia
Lepaskan semua ragu; bebaskan dilematis pada cinta dengan penuh seia sekata.
Sesungguhnya, ini bukan soal dogmatis ataupun doktrinitas, entahlah mungkin setingginya idealis menyebabkan apatis.
Untuk memulai cinta
Sebenarnya kita hanyalah satu
Satu dalam rasa, beda di pandang mata
Peduli adalah merajut tali cinta bukan mengkhianati pada pencipta
Tanah adalah Ibu bukan untuk menghabisi dengan sikap kekejian .
(YT)
Lamsat, 09 Juni 2024

Komentar