Jangan Terlena

 J A N G A N T E R L E N A, kita sedang berada di persimpangan jalan di lematis yang namanya "tunduk diam atau bangkit dan melawan".


Hal ini bertentangan dengan eksistensi sebagai intelektual yang mana sebagai "Agent of change", yang berarti mahasiswa adalah seseorang yang membawa perubahan membebaskan rakyat yang tertindas dan termarjinal dari tatanan kehidupan komunal yang harmonis. Jika kita tunduk diam pada kebijakan dan sistem yang menindas rakyat maka kita adalah Penindas, Pengkhianat, Pecundang dan Laknat bagi rakyat karena kita adalah pengontrol Independen tapi justru sebagai aktor yang mendukung penindasan terstruktur, sistematis dan masif. 


BUKA MATA & MELIHAT, ruang-ruang akademik kampus telah menutup mata menibobokan ke intelektualitas mahasiswa untuk berfikir kritis yang radikal untuk membebaskan rakyat yang tertindas, dari kejahatan, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, perampasan Tanah adat oleh konsesi dan pembantaian yang sangat miris, keji dan kejam tapi itu juga justru terstruktur, sistematis dan masif.


TANPA KITA SADARI, tanah Papua saat ini sedang tidak baik-baik saja dan sedang mengarah ke Etnosida, Ekosida dan Genosida dengan adanya RUU Penindas (OMNIBUS LAW) bahkan sebelumnya karena masifnya OLIGARKI BERKUASA (Investor) diatas tanah Papua untuk bangun lahan korporasi atau korporat keparat. Dan ini semakin hari semakin mengancam eksistensi Hutan, Tanah dan Masyarakat Adat Papua (Manusia Papua). Bukan hanya sekali tapi berkali-kali, bukan hanya satu hari tapi setiap hari, bulan dan tahun.


Semoga Damai Bersamamu...;


(YT)

RB, 11 Juni 2024

Komentar

Postingan Populer