PAPUA, OLIGARKI BERKUASA
PAPUA; OLIGARKI BERKUASA
Oligarki dapat di terjemahkan sebagai salah satu elemen terkecil yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia atau dalam KBBI dapat didefinisikan bahwa oligarki adalah sistem pemerintahan yang berkuasa/menguasai oleh sekelompok orang (Oligarki Kapital).
Dari setelah dan sebelum Papua menjadi daerah otonomi khusus, sudah dan sedang; papua menjadi Tanah yang merentangkan sebuah karpet merah yang bernama oligarki kapital sehingga dapat dikatakan bahwa kehidupan orang Papua berada di fase penghujung berlumuran darah (Kematian berkepanjangan yang tak terbendung).
Dapat kita melihat dari berbagai rupa pengalaman dalam kehidupan sehari-hari kitorang papua yang sedang hidup; bahwasanya; bahwa, Oligarki telah mewabah dalam sendi-sendi kehidupan kita sehari-hari. Seorang oligarki mampu mempengaruhi seperti sinarnya matahari dan aromanya tercium di setiap personal seperti asapnya kebakaran sampah. Karena, mereka punya Sumber Daya dan kekayaannya maka hak sulung orang Papua di rampas oleh mereka atas nama demokrasi dan dalil-dalil serta dogmatisnya sehingga hak orang Papua selalu di intervensi dan selalu mempengaruhi ekonomi dan hak politik kitorang papua.
Hak Orang Papua telah di Pengaruhi oleh Oligarki
Sangat sering dan jelas bahwa oligarki adalah seperti sarang laba-laba yang memiliki banyak jaringannya dan sudah pasti relasinya semakin dekat dengan para pemimpin dan elit politik diatas Tanah Papua. Dengan berbagai iming-imingan dan pragmatis yang prostitusional antara politik dan kekuasaan maka oligarki dan antek-anteknya semakin berjaya diatas penderitaan rakyat dan oligarki semakin tinggi berdirinya dan rakyat semakin merunduk dan tertindas.
Sering kita melihat bahwa Oligarki selalu mengkontrol media massa dan saluran komunikasi yang ada, upaya untuk mengiring atau mengalihkan isu untuk mempengaruhi publik secara niscaya bahwa opini publik dan manipulasi informasi untuk meluluskan kepentingan dan mempertahankan kekuasaannya. Oligarki juga selalu membatasi jalan/akses politiknya kaum minoritas demi mempertahankan kejayaan dan meningkatkan derajat urban imigran untuk mendominasinya. Sepertinya di legislatif dan birokrasi dan sejenis lainnya.
Oligarki, Menjajah Orang Papua
Ketika semua lini mewabahi oleh oligarki kapital maka sistem primordialisme orang Papua sangat tergantung pada feodalisme (Kaum Penguasa yang sedang berkuasa), dan kehidupan Kitorang Papua sangat termarjinal dan semakin tertindas diatas tanah air kita. Kemudian akibat daripada itu terjadilah ketimpangan ekonomi, kesengajaan sosial; seperti yang saat ini kitorang rasakan adalah sensasif antara kita orang Papua dengan orang Papua melalui berbagai macam hegemonial yang anak kandungnya dari oligarki itu sendiri kemudian terjadi konflik horizontal antar kita dengan kita dan kita seakan seperti manusia oportunis sementara oligarki menciptakan ketidakadilan, penderitaan, konflik untuk kita dan mereka (Oligarki) mendistribusikan kekayaan Sumberdaya alam kita serta mencari peluang (kekuatan) untuk menguasainya.
Ketidakadilan sosial juga tidak lahir begitu saja atau tidak tercipta dengan sendirinya, namun; seiring berjalannya waktu tercipta dan terlahir oleh berbagai macam faktor, karena oligarki telah memegang estafet maha kekuasaan ekonomi dan politik. Cenderung terjadi okupasi atas kursinya bahwa korupsi dan untuk menjadi koruptor barangkali mereka mengunakan kekuasaan dan pengaruhnya untuk tetap bersih tanpa noda hitam diatas putih demi memperoleh keuntungan pribadi, kerapkali juga memanipulasi kebijakan publik.
Dimasa Otonomi Khusus Pertama (OTSUS JILID I) pembangunan ekonomi sangat sama sekali tidak ada, justru merusak tatanan kehidupan masyarakat, dan sangat tidak yakin dengan adanya pemerintahan karena memperburuk kondisi dan keadaan serta ketidakadilan sosial ekonomi yang merajalelakan untuk rakyat oleh (Oligarki kapital yang seakan-akan Kudus dan Kekal).
Dari singgasananya oligarki selalu pegang kendali, dalam hal setiap orang berhak untuk berekspresi di muka umum untuk menyampaikan apa yang menjadi haknya dalam negara demokrasi, namun faktanya di Papua selalu di batasi bahkan mendapatkan represif oleh para serdadu kekuatan oligarki.
Bukan kadang lagi, tapi sering terjadi bahwa orang Papua (Pejabat/birokrat/pihak-pihak tertentu) yang berseberangan atau beda pandangan dengan oligarki dan atau orang-orang yang pro terhadap keadilan, kesejahteraan dan kedamaian rakyat seringkali dengan kekuasaan oligarki mereka menggeser atau mereset dari kedudukannya karena tidak menguntungkan bagi kaum oligarki dan demi untuk mewaspadai saat pengambilan keputusan dan kepentingannya.
Pada kalimat dan bagian terakhir ini, orang Papua sedang berada di fase ketidakstabilan sosial dan ketimpangan ekonomi yang berakar dari oligarki diatas tadi. Apalagi DOB (Daerah Otonomi Baru) yang di lahirkan oleh oligarki kapital maka seiring berjalannya waktu akan menyebabkan ketegangan sosial dan krisis ekonomi yang besar dan luas maka konflik dan kerusuhan ada di pandang kasat mata.
RPS, 20 Februari 2024


Komentar