ELEGI PAGI

ELEGI  PAGI 


...


Jatuhnya setiap daun 

yg berguguran itu telah melemahkan ragaku 

Tiada hentinya 

saya mendengar gemercik di setiap sudut kota

Bagai menderu ombak di laut


Hari-hari hidup hanya mengharap keajaiban

Tiada hentinya sepercik air mata selalu mengalir

Ketidakadilan itu tumbuh subur

Tersirami dengan setiap tetesan darah 


Dari gubuk tua itu

Pagi ku terbangun 

Pandang mataku menelusur jauh 

Untuk melihat pohon-pohon sekelilingnya 


Sayang! dimana ka hutan itu!!

Saya melihat robot bagai kepiting 

Ada yang seperti serangga kumbang 

Ah ternyata, manusia telah menyapu bersih sarang alam


Mereka telah merampas semuanya

Kesejahteraan ku ditilang

Eh, tahu-tahu katanya akan lebih sejahtera 

Ah baku tipu, ternyata untuk membangun kota mereka


Melodi burung cenderawasih 

Syair merdu kesunyian rimba ini

telah kehilangan keabadiannya

dan aku duduk merenung di tanah yg mati.


...


[YT]

Mrk, 21 Juli 2023

Komentar

Postingan Populer