TETESAN TERAKHIR
TETESAN TERAKHIR
...
Darah itu berlumuran
Diatas goresan penderitaan
Bercecer sekujur tubuh tak sepadan
Tangkas gumamku peliknya kehidupan
Seiring waktu hidup terasa hampa
Terlintas kalbu sebening percik air
Tercermin di jiwa inginku bunuh diri
Pipiku ku yg selalu mewarnai senyum kini berlinang air mata
Tetesan itu jatuh di pelipis sanubari
Disana penuhi cucuran dan deraian yg meringis dari mata dan hati
Tak gesit puing-puing denyut pun berkeping ulas luka
Mencoba pulih duka lara yg merajai dunianya
Ooh, Betapa derasnya pujian cacian dan makian
Terlontar dari lantangan suara deliknya cermin
Tak hanya itu kerabat pun jadi keparat
Untuk mencari kemapanan hidup yang sesat
Berkaca pasti memantul kembali
Cahaya abadi kan akan tersemai
Bawalah perisai dan lihatlah deretan jeritan hati
Karma kan bergelut dikau memeluk susuri setiap setapak kaki
Daun kelapa kan berlambai
Mengkibas air mata di bantai
Angin tertiup hangat bersepoi
Melenakan suasana hati yang kian membasahi
Ah.,, Tetesan itu semakin membasmi
Setiap insan telah dan sedang jejaki basahnya rerumputan
Mereka menyentuh dan menginjak tapi tak runtuh
Hanya dibiaskan rerumputan itu basah
dan itulah air mata sunyi senyap yg kerang terbuka mengalir
Kembali lagi darah itu berlumuran
Bekas coretan luka tentang goresan penderitaan
Sedang bercecer sekujur tubuh yg terkumur lumuran darah
Sedang bertanya, Kemana ku berteduh? mesti kepada siapa? dan bagaimana lagi tuk bendungi? arus ketidakpastian akan keadilan!
Kembali menyapa lagi dengan syair yang sama
Samar-samar ku dengar nikmati dan hampir tergoda
Katanya sistem kebijakan UU adalah tersusun rapih
Daku tak sangka itu pasti suci dan mulia
Tapi tolong amati dan dengar bait ini
Dari syair mulut domba yg ternodai
Untuk hamba yang paling sok suci
Bila kau izinkan sesuatu terjadi
Maka rubahlah paradigma
Biar kau di kenang sepanjang masa
Dalam sejarah dan dunia
Sang tuan selamatkanlah dan putuskanlah mata rantainya semoga pasti kau di selamatkan kelak
Kala bumil melahirkan anak baru
Yang namanya bumi baru
tubuh baru
dan nama baru
Jemput lah fajar pagi
Tenangkan diri dan hati
Siap dan sambutlah permaisuri
Kembangkan keutuhan cinta yg lama telah menanti
Selamat menjalani hidup baru
Yang telah lama bersemi
Namun tetesan akhir tak sewindu
Yang
mengulas tangis derita menjadi tangkis permadani
...
[YT]
Mrk, 15 Juni 2023

Komentar