DAN AKAN BERBICARA

 DAN AKAN BERBICARA 


...


Hai.. Mataku gunanya melihat

Melihat gencatan senjata gesit

Mataku bagai lampu sorot 

Tapi hanya tonton bagai sih nona introvert


Mataku buta

Buta melihat keadaan kondisi situasi apa lagi menyikapi dan membaca

Berkaca pada cermin terurai serpihan air mata

Yang berlinang membasahi pipi namun apalah daya


Samar bayang cahaya terlintas

Ku coba melihat namun rabun cembun terbatas

Oleh gunung bukit dan lembah yang terbentang luas 

Kasat ini lantas apakah terbuai arus? 


Entahlah... 

Telingaku untuk dengar

Bukan berarti mendengar apalagi didengar

Banyak dentuman bunyi piano dan instrumen terdengar 

Terdengar indah bagai semesta tapi tampak desiran ratapan yg menganga lebar 


Telingaku bisu

Bisu mendengar suara jeritan hati yang tak temu

Tak ku dengar juga gemuruh ombak yang sedang melaju

Yg lantang meminta tolong dengan suara tersendat yg terpaku 



Terpaku menatap dan tertindas oleh sang moncong senjata berisi badai bedil 

Peluru itu gegas landas tak terkendali oleh si tuan loreng megah bagai kucing kecil


Daku merana berlumur darah tanpa mendengar siapapun dan daku terkucil

Terkucil di tengah jalan tanpa bekas jejak kaki siapapun dan daku terkerdil 


Telingaku adalah gerbang

Gerbang bagai merongrong meriam yg persada meriang 

Suara kaumku tak didengar jeritanku dibungkam dan bungkus oleh nasi goreng


Telingaku bagai radio satu untuk semua dan suaraku sebesar gengsi namun di dengar dan dinarasikan oleh mereka bagai pidato sang musafir mencari panggung

Daku tlah lama terlena dibalik derita tanpa berita apa lagi cerita tentang kisah hidup cinta yg nyata


Mulutku untuk bicara 

Berbicara tak henti bagai api yang membara yg selalu membakar semangat di tepi maupun lorong sepi senyap menyapa



Menyuarakan suara untuk kaum tak bersuara adalah yg mulia untuk meraih hidup bahagia yg merata

Sepoi angin selalu bawa kabar tentang hidup dan mati antara ada dan tiada 


Dari balik gunung selalu terdengar sukma yg tercurah oleh pancaran kilat cahaya 

Cahaya petir yg mengkilat di bawah rembulan malam senyap tak terdengar oleh telinga penguasa 


Duka lara membabi buta bagai berdeforestasi tanpa belas kasih dari surga

Entahlah semua adalah makhluk bebas yg mestinya berperi kemanusiaan dan perpaduan antara kasih dan cinta. 


...

[YT]

Mrk, 08 Juni 2023

 

Komentar

Postingan Populer