Beradap Nyatanya Biadap

Diri mulia akan termulia ketika kita sadar diri  Bangkit dan Lawan adalah kunci solusi termulia.

Beradap Nyatanya Biadap

...

Angan-angan menerawang langit 

Akankah dapat di gapai langit?

Ohh,,  Jangan berharap kita hidup dibawah System Penindasan buktinya setiap hari kita cemberut 

Angin berkisar katak hendak jadi lembu laut


Pihak ketiga pun tak lalai 

Ia hanya menikmati

Asesor utama kian tak lihai 

Kita dianggap bara api

Yang hanya asar para adopsi

Tuk kenyangkan para petinggi arogansi


Mereka lupa akan tangan mencecang bahu memikul

Riil di medannya anak di pangku dilepaskan lalu beruk rimba disusukan

Ini memang sangat biadap dimana kah asas beradap!! 

Bangsa beradap tapi Bangsat...!!!


Pintu ketiga terbuka

Pintu kedua, Angguk bukan geleng ya


Sang khalik..!! 

Kami dalam membisu seribu bahasa

Kami diciptakan anak sulung

Jangan anggap kami dengan mereka Istilah tahan baji oleh keledai


Kami terbakar hati dengan situs-situs Netizen 

Ohhh Sang Khalik, Kami tak ingin alang berjawab tepuk balas


Kini kau bagai orang kebakaran jenggot

Angkat bahu lalu lempar batu sembunyi tangan

Sangat keterlaluan.!! Dimana hak kami?

Janganlah kau pura pura lupa wahai tuan antek antek!


Bangsa beradap itu bangsat biadap

Selama hayat kami di kandung badan

Omong kosong kalau hancur badan dikandung tanah lalu budi baik terkenang jua


Kau hanyalah anjing di tepuk mencungkit ekor

Alam penghidupan kami kau guna-guna alu Sesudahnya menumbuk di campakkan


Tahun ke tahun abad ke abad tak ada pelita yang menyalai di kegelapan

Yang ada hanyalah angin berputar ombak bersambung

Dan selalu cipta membangunkan ular tidur


Lalu berkata terajar pada banteng pincang 

Ohh, Sang Khalik, mungkin karena hambamu ini berkulit hitam dan berambut keriting


Pepatah primitif berkata ada batang cendawan tumbuh namun itu pun kami jadi buruan adonan dadar mereka


Bangsa beradap memang bangat biadap

Membasuh arang di muka dengan DOB dan OTSUS 

Sedangkan hukum hukuman internasional tentang HAM di bungkam dengan gula-gula pembangunan dan janjian lainnya


Kau ini bagaimana!!

Seakan keseharian duduk diatas bara api

Alam Leluhur kami menangis 

Melihat betapa keangkuhan mu

Yang sedang beroperasi dimana-mana

Eksploitasi dimana-mana

Seakan kau mata buta telinga bisu persis mono gila


Hallo Kawanku.!!

Dari tersisa yang sisa

Bumi kita tinggal tulang belulang

Untuk itu mari kita patahkan tuan lempar batu sembunyi tangan.


Diri mulia akan termulia ketika kita sadar diri

Bangkit dan Lawan adalah kunci solusi termulia.

...


#YT

L K, 24 April 2021

Komentar

Postingan Populer