Romansa Agustus I dan II

DocIlustrasiGoogle 


Romansa Agustus I


Agustus tiba, Kini dipaksa Merdeka.

Sementera luka pilu Berduka.

Agustus tiba, Kini dipaksa Merdeka Berpikir

Sementera mengkritisi dianggap Buta Pola Pikir


Sejarah cacat, 

Secara Defacto serta Dejuree mengangah tak terbendung atas Sorong to Merauke


Sejarah tercacat, 

Kisah tragis telah Mengalienasi

Nasib tuan rumah bagai takdir Sang Ilahi


Sinetron kala silam; ketiga tokoh utama 

Aktor utama mengemis Emas,

Aktor kedua lepas Kepang Duanya,

Aktor ketiga menjerit hingga Lemas. 


Mereka Berafiliasi 

secara Kolektif dan Berandil 

Untuk memperkosa secara tak adil

Senjata timah pun jadi saksi aksinya

Mempraktekkan keperkasaan Saktinya.



KL, 15/08/22


Romansa Agustus II


Kini dipaksa Merdeka

Sementera Luka Pilu Berduka

Kini dipaksa Berpikir Kritis

Sementera Pendidikan Tertindas 


Teringat keluh kesah atas dasar dan bukti

Nasionalisme kepaksaan pun beraksi

Berakselerasi atas nama Demokrasi 

Tapi itu hanyalah kepentingan tirani


Pelecehan budaya pun makin marak

Tuntutan zaman saking obrak abrik

Monopoli adat istiadat sekian banyak

Sehingga poligami budaya campur aduk


Dari sekian banyak cerita

Tak asing semua hanya tinggal cerita

Derita tanpa berita masih misteri

Cacat hukum dan moral dibiarkan Ibu Pertiwi


Banyak Pejuang berkorban dinegeri ini

Ribuan orang tersungkur diatas tanah ini

Untuk membebaskan bangsa West Papua

Tapi kini dipaksa untuk menghormati Penjajah


Entahlah Irama musik yang gendangkan 

Mambesak dan Black Brother hanya dikenang

Mestinya yang ku damba hanyalah kebebasan 

Sebab bintang jatuh hari kiamat.


LK, 15/08/22

Komentar

Postingan Populer