Ngopi, Ngobrol di Libra

Ngopi, Ngobrol di Libra 

Gerobak seorang pemuda di merauke disita oleh sat polpp
Doc, Kanda bung Hasan, dan Sat polpp dorong gerobak miliknya 


Waktu itu, tanggal belasan bulan desember tahun 2022 silam. Sa deng teman bersama kk laki-laki. Kebetulan hari itu memang kita janjian untuk ngopi dan Ngobrol di Cafe Nusantara milik Kanda bung Hasan di taman Libra.


Suasana saat itu memang ramai karena saat itu liburan Natal dan pergantian tahun, waktu itu pengunjung ke Cafe pun bercecer di taman sebab bung Hasan pemilik Cafe su hias taman deng lampu natal, tak duga keindahan malam di taman Libra ditengah kota. 


Di taman tersebut, kursi dan meja karet su disediakan oleh bung Hasan, pengunjung boleh memilih tempat ngopi & ngobrol sesuka hatinya. Hari itu, sa deng teman bersama Kk laki-laki kita memilih ngopi & Ngobrol dekat Gerobak Cafe Nusantara milik Kanda bung Hasan. Lalu, memesan Kopi Hitam untuk kami nyeduh sambil duduk cerita. Tak lama kemudian, Kanda bung Hasan sediakan kami kopi; kebetulan disitu kami memilih satu (1) meja, kursinya empat (4) lalu kanda Hasan pun duduk di satu kursi lalu katong empat ngobrol santai disitu sambil ngopi. 


Disaat itu, Kaka laki-laki pun mulai bertanya kepada bung Hasan, mengenai Cafe gerobak miliknya?  Proses untuk memiliki gerobak ini jatuh bangunnya minta ampun; pasalnya. Kemudian, proses untuk mendapatkan gerobak, saya harus cari kerja akhirnya saya lamar kerja di salah satu meubel selama dua tahun; setahun tanpa makan dan gaji/bantuan atas upah kerja demi mendapatkan gerobak tersebut, Imbuhnya.


Semenjak itu dambaan saya terwujud tetapi, saya harus membutuhkan modal untuk beli bahan jualan; katanya. Dia putuskan untuk cari kerja dan masih banyak kisah cerita perjuangannya; yang dia ceritakan disaat itu, dia juga pernah dimarahi oleh tuan rumah yang dia numpang dan juga pernah diusir dari tempat jualan lamanya (Maaf; Lupa nama tempatnya).  


Saat itu banyak pengunjung yang datang memesan Kopi jualannya tapi, setelah melayani pengunjung; dia harus kembali duduk dan cerita apa yang dia pernah alaminya. Sumpah, Sa sangat terharu dengar kk cerita saat itu. 


Sebelumnya, dia pernah ambil tempat untuk jualan di bandara merauke dipinggir jalan besar tetapi, pernah di usir juga oleh satpolpp. Kemudian dia putuskan untuk jualan di Taman Libra. Lalu, lanjut tanya oleh; kaka Laki-laki, Saat itu taman yang kita sedang duduk ini keadaannya seperti bagaimana? Ah pele kk..... Demi untuk saya jualan di taman ini saya korban banyak kk, pungkas (tegas dan sedih dengan raut wajahnya).  


Lanjut Kanda Hasan, untuk memperbaiki tempat ini; saat itu banyak rumput liar dan lumpur. Lalu, saya babat rumput kemudian saya timbun tanah dengan kisaran harga per ret truk hingga belasan kali drop untuk tanah timbun sehingga sekarang rata bagus ini; katanya, (Ucap tegasnya). Kanda Hasan juga, tidur bangun didalam gerobak tersebut. Rak atas untuk menaruh barang jualannya kemudian rak bawah untuk menaruh pakaian dan untuk tempat tidur; ujarnya (dan itu memang betul). 


Kemudian belakangan ini juga, ditahun kemarin 2021 banyak kali POLPP yang datangi dan menegaskan kepada saya untuk harus bubar tinggalkan dan tidak boleh jualan lagi disini; di tahun 2022 inipun masih sama selalu saja POLPP datang terus dengan tuntutan yang sama tanpa tanya dan sapa sehingga akhirnya mereka menyita dengan  lingkar keliling garis kuning di gerobak saya; Imbuhnya Kanda Hasan. 


Saat itu, kanda juga bercerita bahwa semua kerugian yang dia pernah rugi diantaranya: untuk  memperbaiki gerobak, timbun tanah, babat rumput per bulan, hiasan berkali-kali karena kadang hiasannya di curi dan semuanya bukti atas semua kerugian tersebut dia tulis di notebook saya semua masih tertata rapi, katanya. 


Dan masih banyak cerita yang dia ceritakan dari pengalaman proses untuk keinginan memiliki gerobak sehingga akhirnya dia bisa menetap di Taman Libra namun, akhirnya ditekan dan direpresi daya juangnya kemudian sampai membunuh karakter oleh POLPP. 



Saya tulis ini, sesuai apa yang Kanda cerita diwaktu itu. Memang kata-katanya tidak meyakinkan para pembaca tapi apa yang saya tulis ini memang apa yang saya dengar dan sebagai bentuk dukungan atas kanda Hasan. 


Akhir kata oleh bung Hasan disaat itu yang sa ingat adalah "Masa depan dan hidup saya menentukan oleh sebuah gerobak ini". 




Teruntuk POLPP!!!


Kalian sangat biadab, tidak mampu menegakkan Perda sebagai tupoksi anda. 

Sekian banyak angka kriminalitas semakin meningkat di merauke tapi, kalian masih monoton. Banyak anak usia dini yang hisap-hisap lem, tidur bangun di pinggir jalan depan kios" tapi, kalian masih monoton, abaikan hal itu dan tidak mau merekomendasi ke Pemda untuk membangun sekolah berpola asrama agar mereka bisa belajar, sekolah dan lebih layak menjadi seorang warga pribumi diatas Tanah Papua Selatan (Anim-Ha). 


Anda POLPP punya tupoksi itu menyelenggarakan artinya anda punya tugas untuk usahakan, mengurus, melaksanakan, melakukan dll, tentang apa yang menjadi dampak buruk bagi warga setempat (Merauke). Diantaranya, menyita minuman keras Lebel maupun Lokal, PSK, mengamankan anak-anak Lem dan di jadikan sebagai anak-anak masa depan (Modal SDM untuk PPS), Menyita tempat judi, Lolex, Togel dan lain sebagainya. 


Apa yang kalian lakukan terhadap kanda Hasan mengatas namakan bupati adalah; bukti bahwa, kalian telah merencanakan membunuh karakter dan kalian telah mendiskriminasi sosial atas nama seorang pejabat negara, jika hal itu tidak seizin beliau. 



#PolppBadut

#PolppBiadab

#PolppBodong

#BubarkanPolpp

#PolppDongkol


#SaveUmkmOap

#SaveUmkmPemuda

#SavePemudaSelatanPapua



Mrk, 19 Februari 2023

Komentar

Postingan Populer