Kucing muka tajam Belakang
![]() |
| Doc Ilustrasi |
Kucing Muka Tajam Belakang
Jatuh diatas tilam sebuah rekaan serupa "BBM naik, Ente turun". Tak luput pun janda belum berlaki karena regulasi system dianologikan dengan istilah, jahit sudah kelindan putus, digembokkan dengan kadok naik junjung, yang bahwasannya merasa mulia sementera ente sarafnya cacat tak berderajat.
Mereka punya wacana ketika duduk berdialog lalu ketika berencana, hati berdetak bermonolog munculkan Ide Keji tentang berekspektasi demi kepuasan diri dengan wibawa kucing berpekerti sehingga epilognya hanya retorika tanpa fakta yang klir.
Sembari menikmati hedonis dengan multiversi autentiknya, menafsirkan kemaksiatan untuk orang lain. Sementera "kaki terdorong badan merasa, lidah terdorong emas padahannya" namun sebatas momen narasi dan redaksi polemik sehingga "kacang lupa kulitnya".
Dan "memang ini insting dan warisan hierarki institut oleh para pewaris tiranisme, otoriter dan bukan autodidak karena menurut autopsi pun tak ada bekas penyebab". Sama halnya "Kalau guru makan berdiri, Maka murid makan berlari".
Sangat kejam bervisi misi 2045 bahwasannya semua hak akan pagar makan padi, pagar makan tanaman. Belakangan ini pun berprofesi berbintang menyeleweng Prof. Dr. jadi men dan teri sehingga hegemoni, doktrinisme secara persuasif makin kian jadi-jadi. Dan itu menjadikan ikon dan tameng atas panggung dan slogan demokrasi upaya mewujudkan konon 45 itu sendiri.
Sipil, Rakyat, Buru Tani, Proletar dan lain sebagainya semua ditersisihkan, dialienasikan, dimarjinalkan dan semua ruang dan waktu akan buram, rabun, kalam, kelam drastis terbawa arusnya ketidakadilan dan penganiayaan atas panggung kehakekatan "Tanah, Air, Udara adalah Milik Negara".
“Jang terlalu mode Enteng,
Sadar Bangkit dan Lawan itu penting.”
LK, 27 September 2022


Komentar