Kita adalah Bagian dari Bumi
Kita adalah bagian dari bumi, Bumi adalah bagian dari kami.
![]() |
| Doc Ilustrasi Google |
Diera modernisasi katong terbiasa dengan hidup yang pola berpikiran pasar karena zaman revolusi industri semakin memperbudak manusia. Segala sesuatu sangat dihargai oleh sekertas cetakan mesin bar-bar (Uang).
Masyarakat asli papua perlu diberikan pemahaman kepada tikus-tikus berdasi yang ada duduk dikursi sambil menunggu suruhan dari pemangku kebijakan. "Elit politik kolonial (jakarta) hari ini, telah menjadikan Elit Lokal Papua dijadikan robot karena bergerak ketika disuruh. Kenyataan ini menunjukkan bahwa melalui licikan hegemoninya Elit Lokal Papua telah nyatakan diri bahwa ialah budaknya jakarta".
Keserakahan manusia hari ini begitu besar, jauh lebih besar daripada pertambahan jumlah manusianya; apa lagi sumberdaya manusia.
Hutan berganti menjadi sawit, Rawa berganti menjadi sawah, Ladang berganti menjadi pemukiman, Sumber mata air menghilang dan alirannya mulai berpindah.
Tak ada lagi kehijauan, tak ada lagi tanah subur. Semua spesies mulai kehilangan habitatnya, dan semuanya mulai punah habis. Jaring-jaring kehidupan tak teratur sehingga sangat kusut, lklim cuaca tak menentu sehingga panas.
Manusia Papua hari ini hidup dibawah keterancaman karena tergusur dan tercerabut dari tanah dan hutan. Papua yang dikenal sebagai hutan yang mendominasi datarannya. Kini "orang Papua tidak lagi memiliki Tanah, dan Tanah tidak memiliki orang Papua". Padahal Tanah adalah Vital bagi kehidupannya karena hanya bergantung pada alamnya.
Hari ini kecanduan birahi Investor telah menonanikan diatas satu Papua menjadi 6 sepercik. Untuk itu, Masyarakat Papua jangan berharap akan merasakan Otonomi, Keadilan, sejahteraan, Kesetaraan. Sepintasnya, coba kita melihat kebelakang, hidup didalam negara ini. Apa yang orang papua rasakan hari ini..!! Dibawah slogan Bhineka Tunggal Ika, Demokrasi dan Hukum. Masyarakat Papua hidupnya selalu menderita "Seakan hidup dari bawa ditusuk, dari atas di injak semacam didalam neraka".
Oleh karena itulah maka, dengan kehadiran sepercik birahi hasil organisme elit politik hegemoni penjajah dan elit budak Jakarta (penjajah) dari Papua maka masyarakat Papua tidak boleh Jual Tanah, Tidak boleh beri izin untuk tambang Investor karena Tanah adalah Kepunyaan kita dan anugrah Tuhan. Tanah adalah Ibu, Sumber Kehidupan. Tanah adalah, Sumber keanekaragaman hayati dan keseimbangan Lingkungan. Tanah adalah Sumber Kesejahteraan. Dan Tanah adalah sumber Otonomi dan kebebasan dari Ketidakadilan.
Apa yang bisa kita perbuat?
Salam Sadar
Salam Renung
Malind Milah
Mrk, 21/12/22


Komentar