Kawan, Jadilah Garam
![]() |
| Doc Pribadi, "Saat bagi selebaran untuk bangun kesadaran mahasiswa di kampus Unmus" |
Kawan, Jadilah Garam
Pada hakekatnya secara Teoritis & Empiris secara nyata dikasat mata kita bahwasannya para pemangku "Kebijakan demi Jabatan" selalu proaktif dengan dalil² Provokatif demi mewujudkan Penindasan, Ketidakadilan, Investorisme, Kapitalisme, Tiranisme, Oligarki, Imperealisme dll.
"Jika anda bergetar dengan geram pada setiap melihat ketidakadilan, maka anda adalah kawan saya." (Kutipan Che Guevara)
Oleh karena itu, Kawan! Mari kita persembahan diri untuk mengubah dunia (Papua dari penjajahan Kolonial Indonesia). Sebab negeri ini secara logika bahwa representasi negara terhadap Papua kini kembali dimasa Reformasi yang Otoriter dan Otoritarianisme. Kemudian Refresentatif Negara terhadap Papua sudah klir pada trik, aturan dan terlebih pada kebijakan dan kewewenangan secara inisiatif, bahwa; ini logikanya tirani dan Otoriter yang berlindung dibalik Demokrasi dan kebijakan sewenang-wenang.
"Ketika pasukan penindasan datang untuk mempertahankan kekuasaan mereka melawan hukum yang ditetapkan, perdamaian dianggap sudah rusak." (Kutipan Che Guevara)
Yang buta akan dibutakan, yang tuli akan ditulikan itulah sebabnya banyak orang buta sedang melihat ketidakadilan, banyak orang tuli sedang mendengarkan jeritan Penindasan. Kawan! Kenapa kau tidak merasakan hal ini! Doktrin dan Hegemoni itu niat jahat tapi bukan untuk nekat.
Kawan! Sadar diri lebih diprioritas sebelum doktrin dan hegemoni mengadopsi diri. Kadang dikawasan awam lebih menarik ke bunga mawar tetapi mereka tak tahu kalau mawar itu berduri. Untuk itu tekad seorang muda adalah punya prinsip pribadi yang produktif karena "Orang yang mempunyai visi adalah orang yang berkaca panjang kedepan": Oleh karena itu semenstinya kuliah lalu kerja gunanya untuk apa! Jika tak berandil semasa muda untuk mengkontribusi tenaga, waktu dan pikiran untuk perjuangkan demi menyelamatkan SDA dan SDM yang tersisa dari Sengketa dan Kudeta melalui berbagai invasi corak yang telah meretas "Isi Rumah dan Tuannya" oleh penguasa haus kekuasaan tahta kejayaan dibumi.
Perjuangan kaum muda hari ini adalah jemput bola dalam moment yang momentum sebab sepak bola adalah senjata revolusi. Perjuangan kaum muda Papua (Rakyat Papua) hari ini adalah gali lumpur sebab didalam lumpur sesuatu hal keajaiban yang takjub dan niscaya menaklukan penguasa.
Oleh karena itulah; Maka: "Revolusi bukanlah apel yang jatuh ketika sudah matang. Tetapi kamu harus membuatnya jatuh." (Che Guevara).
Kawan! Tak ada progres yang latif dengan berbagai bentuk jika tak loyal dalam progresifitas dengan 3R "Rugi Waktu, Rugi Tenaga, Rugi Biaya". Oleh sebab itu; Jangan menjadi "Penonton Perjuangan" tapi jadilah "Pemerang Perjuangan", Dan jangan jadi pendiam ketika ketidakadilan, ketertindasan, menerpa disekeliling anda. Boleh anda diam tetapi diam dengan argumen yang klir dan substansinya menakjubkan ketika diammu tak diam.
"Salam Juang
Salam Renung
Kaum Muda
Jadilah Garam
Papuan Is The Heart's"
Almasuh 18 Juli 2022


Komentar