BBM, Mosi Tidak Percaya I dan II

Doc Pribadi, Usai aksi tuntutan turunkan harga BBM di gedung DPR Merauke.
I. Belum Bisa Merubah (BBM)
"
Cinta bersemi diantrian panjang
Mafia bersemilir di kursi panjang
Alam semakin marak bumipun gersang
Tikus berdasi hanya cari nasi untuk perut kenyang
Tak ada kegandrungan akan kedamaian
Dari abad ke dekade rakyat hanya merasakan penindasan
Masa kenakalan sangatlah beradiktifkan
Pemanjaan mafia dan kafir pun diberi pujian
Belum bisa merubah itulah kediktatoran
Antrian panjang dibawah terik matahari dialienasikan
Ditengah tameng demokrasi banyak hama dikembangbiakan
Apakah ini ampiori atau aposteriori? sehingga tipikal poligennya diakselerasikan!
Heii..Penguasa..!!
Buka mata lihat kita
Dinamika diatas dinamika
Wacana diatas wacana
Kapan membendungi derita!!
Derita diatas derita
Derita dari cerita pun tanpa berita
Berita tragis menerpa justru diretorika
Tanpa pandang kasat mata nyata
Negri ini penuh darah tangisan juga jeritan
Banyak air mata yang meratapi karna kebijakan
Pemangku jabatan hanya mempertontonkan
Demi kepentingan melanggengkan penderitaan
Ngeri..!!
Ngeri melihat kenyataan karena mirisnya pembungkaman
Ini negara demokrasi bukan representasinya ditiranikan
Apakah rakyat tak berhak hidup! jika memetingkan hanya sebatas dimanfaatkan?
Apakah memperjuangkan kesejahteraan dengan memperbudakkan?
Heii kawan..!!
Negara sedang bejat diera revolusi globalisasi
Pembunuhan, penganiayaan sehingga mutilasi
Kemarakan bencana alam sehingga evolusi dan polusi
Akankah semua derita berita cerita ini berakhir tanpa nyala pelita revolusi bumi.....?
"
LK, 06/09/22
II. Mosi Tidak Percaya!!
"
BBM itu kepanjangan dari Bahan Bakar Minyak
Bukan Bahan Bisnis Mencekik rakyat sendiri
Hari ini rakyat berpanggang dibawa terik matahari untuk yg kesekian kali
Sebab penguasa naikkan BBM lagi dan berlindung pada subsidi
Penguasa mengabaikan gelombang teriakan suara anak negeri
Jeritan penderitaan yang dilunglai oleh pendemi
Dibalik tersenggalnya Krisis Ekonomi
Namun penguasa menetapkan kebijakan keji
Yang menindas, merenggut mengeksploitasi
Terus menerus oleh rezim Oligarki
Rakyat jelata hari ini bukan hanya menyengsarakan
Tapi juga direzim ini memperjuangkan dan perpanjang penindasan
Sialan...!!!
Semacam kutukan, kebijakan" pemerintah hari ini
Seolah olah kebenaran absolut yang membuat rakyat harus tunduk, patuh, pasrah dan menerimanya tanpa perlu ditimbang
BBM bukan benda mati dilangit yang naik dan tak akan turun normal kembali
Tapi justru rezimlah yang mengkontrol alat bejat itu
Hari ini harga BBM naik rakyat menjerit
Sementera para wakilnya diam seribu bahasa
Yang secara kongkret bahwasannya mewakili rakyat untuk merakyat kepada rakyat
Namun perwakilan rakyat hari ini apaladaya untuk merakyat
Oleh karena itulah mahasiswa bergerak tanpa gentar
Sebab inilah saatnya para pencinta keadilan menyuarakan nurani rakyat tanpa mundur
Tetapi pada akhirnya DPR lebih peduli kedaulatan politik fraksi daripada kedaulatan Rakyat.
"
LK, 12 September 2022

Komentar