Saya Adalah Kau Punya Luka Busuk

Saya Adalah Kau Punya Luka Busuk

"Dari Sejak Matahari mulai Terbit dari arah Ufuk Timur,
Hingga Matahari  Terbenam di arah Barat Daya,

Ketika itu matahatiku dan matahatimu terpancar cahaya  berhati kekasih dan sayang,

Ketika itu pula tiba-tiba matahari mulai menelan waktu yang indah, Pertandakan pada diriku dirinya akan pulang di genggaman para yg bergagah perkasa,

Aku hanya orang biasa yg berhati moral dan berempunya yang berhati setia, dan aku hanya memiliki rasa yg sungguh-sungguh, Namun di luar sana kau berkarib dengan dia yang punya banyak Rupiah,

Keadilanku sangat Menjunjung Tinggi terhadap Peri LakuMu yang tak Kunjung datang, Walau Seketika di Kedip Matamu aku hanya di anggap dekil  yang tak punya apa-apa, Namun pada perikop yang sama pada ketika itu kau luangkan waktu untuk mencoba mencuri hatiku, tetapi aku hanya memberikan kamu sahutan secukup yang pinta,

Dan, sekarang aku hanya sangat prihatin tentang keberadaanmu yg sesungguhnya dengan pertanyakan apa kah kau masih bawel seperti kelakuan di kala sebangku itu atau tidak,

Dengan jawaban yang kurangkumkan disini hanya kau tak akan menginjak gairah batang usiaku yg gigih hingga pucak Weilandku,

ketika Malampun tiba ketika  itu pula pada malam kelam kau mengucapkan kata-kata indah darimu, namun kata-kata indahmu itu hanya hanyalah manis di bibir semata mata kata,

Disini dengan sepenuh hatiku dengan berhati kasih lebar, aku berterima kasih kerena kau telah berhasil untuk memukuli hatiku, dan semoga dengan matahati yang akan datang menerangi  di hatimu, ku berharap dengan hakiki semoga indah dan menerangi terus dihatimu walaupun senja begitu indah Namun tidak begitu lama indahnya kalaupun di telan oleh datangnya malam.
 


                    "Apitaii"
"Terima kasih banyak atas persingahan di hatiku walau sebentar saja namun menusuk dengan kalowai di denyut jantungku"

Jalan Pemuda 14 Mei 2020
Karya Later T

Komentar

Postingan Populer